728 x 90

Persiapan RS M. Djamil Jelang ISR

Persiapan RS M. Djamil Jelang ISR
Persiapan RS M. Djamil Jelang ISR

Padang, Rs. Djamil –Untuk menjalani ISR (Internasional Spesific Reassessment) di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil, diawali dengan membuat suatu sistem untuk persiapan akreditasi KARS Internasional. Persiapan tersebut dilakukan dengan melibatkan seluruh staf di lingkungan RSUP Dr. M. Djamil untuk mencapai keberhasilan akreditasi KARS Internasional. Maka untuk membuat sistem tersebut, dilakukanlah survey yang sudah dimulai dari tahun 2017. (04/03). Selama survey yang dilakukan pada tahun 2017, juga dilakukan pembentukan tim berdasarkan hasil survey. “Awalnya dilakukan survey untuk menghadapi KARS Internasional, jadi kita berikan survey terkait bagaimana sistem persiapan akreditasi, kemudian kita buatkan pokja sesuai tim yang masuk dalam subsistem ” Ujar Dr. Yahya Marpaung, SpB".

Hasil survey menunjukkan bahwa dari seluruh tanggapan yang diterima didapatkan sebanyak 91,3% responden menyatakan siap untuk menghadapi akreditasi KARS Internasional. Berdasarkan tanggapan tersebut, 99,3% responden menyatakan bahwa akreditasi KARS Internasional harus dilaksanakan untuk memperbaiki mutu pelayanan yang baik. Sedangkan strategi yang paling banyak dipilih untuk menghadapi akreditasi KARS internasional adalah dengan memodifikasi 2 strategi yakni membentuk pokja dan memasukkan BAB ke dalam unit kerja. Dari hasil survey, pada prinsipnya seluruh staf yakin bahwa mutu layanan bisa didongkrak dengan akreditasi. Sehingga adanya kesepakatan untuk mengambil akreditasi KARS internasional.

Setelah didapatkan hasil survey, dibuatlah suatu tim yang nanti dimasukkan kedalam unit-unit sehingga tim mulai bekerja dan bertanggung jawab terkait BAB. Kemudian juga dibentuk tim regulasi untuk menghadapi akreditasi KARS Internasional. Tim regulasi tersebut akan melihat regulasi-regulasi apakah benar sesuai standar. Sedangkan untuk implementasi, juga dibentuk tim assesor. Langkah selanjutnya adalah membangun sistem yaitu sismadak. Adanya Sistem tersebut bertujuan untuk membangun suatu server secara online dan semua penanggungjawab bab harus memahami sismadak. “Sistem tersebut membangun suatu server yang secara online data kita bisa diambil oleh seluruh panggung jawab BAB dan seluruh penanggung jawab BAB bisa memasukkan seluruh regulasi dan capaian-capaian terkait ke dalam Sismadak” ucapDr. Yahya Marpaung, SpB.

Setelah itu, dilakukan survey simulasi. Dengan adanya survey simulasi tersebut maka dilakukan perbaikan sehingga dilakukan kembali survey. Dari hasil survey ulang tersebut, maka RSUP Dr. M. Djamil harus mengikuti ISR (Internasional Spesific Reassessment) yang disebabkan karena adanya 8 bab yang belum mencapai batas lulus. Dr. Yahya Marpaung, SpB selaku ketua Komite Mutu dan Manajemen Risiko berharap dengan membuat standar-standar dalam pelayanan, maka mulai dari pintu masuk sampai pintu keluar Rumah Sakit M. Djamil , semua pelayanan bisa diterapkan sesuai standar, safety pasien, safety pengunjung, dan safety petugas. (Humas)

Admin
Admin
EDITOR

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>