728 x 90

PERINGATAN HARI GIZI NASIONAL KE 59 DI RSUP Dr.M.DJAMIL PADANG

PERINGATAN HARI GIZI NASIONAL KE 59 DI RSUP Dr.M.DJAMIL PADANG
PERINGATAN HARI GIZI NASIONAL KE 59 DI RSUP Dr.M.DJAMIL PADANG

      Padang, Rs. Djamil – Peringatan Hari Gizi Nasional ke 59 tahun di RSUP M. Djamil Padang dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan. Seperti penyuluhan dari ahli gizi kepada karyawan pada 21 hingga 28 Januari, edukasi gizi untuk pasien digelar sejak 21 hingga 25 Januari. Kemudian ada lomba kreasi sayur dan buah antar karyawan. Lomba tersebut diikuti  40 tim yang berasal dari berbagai instalasi di M  Djamil. "Hari ini (kemarin-red) kami menggelar lomba cerdas cermat yang berkaitan dengan gizi," kata Kepala Instalasi Promosi Kesehatan M. Djamil, Ema Julita, di sela-sela lomba cerdas cermat yang berlangsung Jumat (25/1).

      Selain lomba, pada Hari Gizi Nasional 2019 juga dilaksanakan pengukuran Indeks Masa Tubuh (IMT) karyawan. Tujuannya untuk mengetahui gizi karyawan, apakah berlebih atau malah kurang. "Setelah diketahui IMT karyawan maka mereka yang bermasalah akan berikan solusinya. Melalui pengukuran indeks ini diharapkan seluruh karyawan punya gizi standar, guna menghindari berbagai penyakit yang timbul akibat obesitas atau pun gizi kurang," katanya. Disebutkan Ema, kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional merupakan sinergi antara bagian gizi dan ahli gizi klinik. Puncak acara dilaksanakan pada 28 Januari, dengan rangkaian kegiatan penyerahan hadiah untuk pemenang masing-masing lomba. Agenda lainnya Rohis atau roda hidup sehat untuk para pasien dan pengunjung. Kegiatan dilakukan di poli klinik lantai 1. 

      Sementara, Ahli Gizi RSUP M. Djamil Padang, dr. Dewi Susanti Febri, M. Biomed SpGk, mengatakan kecendrungan gizi masyarakat Sumbar sekarang ini berlebih. Artinya banyak masyarakat daerah ini yang mengalami obesitas dibanding gizi kurangan. "Masyarakat dengan gizi lebih banyak ditemukan di wilayah urban atau perkotaan, sebaliknya masyarakat dengan status gizi kurang ada di daerah-daerah pelosok," kata Dewi.

     Menurutnya, akibat dari gizi berlebih itu dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif seperti stroke, jantung, darah tinggi, kolesterol dan lainnya. Potensi gizi lebih atau obesitas bisa terjadi pada anak-anak usia di bawah dua tahun. Sebab mereka masih mengkonsumsi ASI dan makanan tambahan. Pada orang dewasa obesitas berpotensi pada ibu-ibu setelah melahirkan. Disebutkan Dewi, solusi agar terhindar dari obesitas dengan menjalankan salah satu program Germas yakni mengkonsumsi nutrisi seimbang atau diet seimbang, kemudian melakukan pengaturan dan pengukuran berat badan, memperbaiki gaya hidup tidak sehat menjadi sehat. "Pola hidup sehat tentunya mengkonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Jumlah asupan yang masuk dan keluar itu seimbang. Tak sampai di situ, masyarakat juga harus melakukan aktivitas fisik berolahraga teratur. Minimal 30 menit dalam dua hari sekali atau tiga kali dalam seminggu," beber Dewi. 

     Sedangkan solusi untuk anak-anak agar terhindar dari obesitas, maka para orangtua juga harus menjaga pola makan mereka. Anak juga harus diajak beraktivitas di luar, agar seimbang dengan makanan yang dimakan dengan pembakaran kalori. "Jadi kalau anaknya suka makan, maka orangtua jangan terus-terusan memberi anak permainan di gadget. Itu membuat mereka menjadi malas bergerak, hingga berpotensi obesitas," ujarnya. (Y/Humas)

Admin
Admin
EDITOR

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>