728 x 90

Pembahasan Sistem Rujukan Terintegrasi Sisrute di RSUP DR. M. Djamil Padang

Pembahasan Sistem Rujukan Terintegrasi Sisrute di RSUP DR. M. Djamil Padang
Pembahasan Sistem Rujukan Terintegrasi Sisrute di RSUP DR. M. Djamil Padang

         “Aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute) ini diharapkan dapat membantu pelayanan kesehatan yang efisien di RSUP DR. M. Djamil Padang,” ungkap Dirut RSUP DR. M. Djamil, Yusirwan, pada saat membuka secara resmi kegiatan pembahasan aplikasi Sisrute, Senin (20/10). Pada kegiatan ini, dilakukan kegiatan diskusi yang menghadirkan tiga pembicara. Pembicara tersebut berasal dari Rs. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan direktur utama M. Djamil sendiri. Kegiatan ini dihadiri juga oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (perwakilan), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar (perwakilan), Kepala Dinas Kesehatan se-Kabupaten Kota Provinsi Sumbar, Direktur Rs. se-Provinsi Sumbar, beserta Pejabat Struktural dan Fungsional.

         Sisrute merupakan sebuah aplikasi terbaru untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik, baik vertikal maupun horizontal. Oleh sebab itu, aplikasi ini sangat cocok jika disandingkan dengan alur rujukan bertingkat BPJS. Aplikasi ini mulanya dipelopori oleh Rs. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. “Ada tiga alasan mengapa aplikasi Sisrute ini dibuat, yakni ruang perawatan penuh, penolakan pasien, dan lambatnya pelayanan awal di IGD. Karena alasan itulah, dibuatnya aplikasi ini sebagai sebuah solusi percepatan layanan digital,” kata Dirut Rs. Wahidin, Khalid Shaleh. Memang, kendala-kendala tersebut banyak ditemui pada rumah sakit - rumah sakit di Indonesia, khususnya rumah sakit rujukan.

       Menurut Khalid, setelah diterapkannya aplikasi ini di rumah sakitnya, tercapai cita-cita pelayanan rumah sakit yang mampu laksana, tepat guna, dan efisien dalam pelaksanaan. Selain itu, tujuan dari aplikasi ini adalah terwujudnya percepatan pelayanan rujukan di rumah sakit dan resintegrasinya sistem informasi rujukan pasien pada seluruh rumah sakit regional, rumah sakit kelas B, serta rumah sakit kelas khusus se-Indonesia, namun, aplikasi ini tidak akan berjalan dengan baik jika pihak pengirim rujukan tidak mengetahui integrasi SDM rumah sakit rujukan, kondisi pasien, dan ketersediaan sarana di rumah sakit rujukan. Komunikasi dan informasi awal sebelum dirujuk inilah yang menjadi alasan utama dalam keberhasilan pelaksanaan aplikasi ini. Selain diskusi, kegiatan ini juga melaksanakan simulasi dalam menggunakan aplikasi sisrute kepada seluruh peserta. “Setelah dilakukannya simulasi ini, semoga kita bisa langsung menerapkannya di rumah sakit masing-masing untuk pelayanan yang lebih baik agar urusan pasien terselesaikan dengan baik dan terlayani dengan baik,” tambah Yusirwan. (Humas)

Admin
Admin
EDITOR

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>