728 x 90

KUNJUNGAN KERJA TIM KOMISI IX DPR RI DALAM RANGKA KUNJUNGAN KERJA BIDANG KESEHATAN DI RSUP DR. M. DJ

KUNJUNGAN KERJA TIM KOMISI IX DPR RI DALAM RANGKA KUNJUNGAN KERJA BIDANG KESEHATAN DI RSUP DR. M. DJ
KUNJUNGAN KERJA TIM KOMISI IX DPR RI DALAM RANGKA KUNJUNGAN KERJA BIDANG KESEHATAN DI RSUP DR. M. DJ

           Padang, Rs. Djamil – Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Effendi, S.T., M.Si. dan jajaran beserta Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Untung Suseno Sutarjo, melakukan kunjungan kerja ke RSUP Dr. M. Djamil bidang kesehatan terkait adanya pasien kasus diduga difteri yang dirawat di rumah sakit, Kamis (18/01). Sebelumnya, rombongan ini melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumbar, Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar beserta jajarannya, BPOM, BPJS Pusat beserta jajarannya, serta undangan lainnya, di Auditorium Gubernuran. Kedatangan Komisi IX ke Sumbar ini sebenarnya adalah untuk melihat dan mendapatkan masukan tentang permasalahan kasus difteri dan penanggulangannya dan apakah diperlukan Outbreak Response Imunization (ORI), yaitu pemberian imunisasi. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan kunjungan kerja ke RSUP Dr. M. Djamil sekaligus melihat pasien yang diduga difteri.

        Pada saat kunjungan kerja tersebut, rombongan langsung melihat pasien anak suspect diphtery yang dirawat di ruang isolasi anak. RSUP Dr. M. Djamil merawat enam pasien suspect diphtery. Pasien yang terdiri atas anak-anak ini dirawat intensif di ruang isolasi rawat anak. Pada saat kunjungan, terdapat dua orang pasien anak sedang dirawat intensif di ruang isolasi anak tersebut dan langsung dilihat oleh rombongan. Data dari November hingga saat ini, ada tujuh pasien yang dirawat, satu pasien sudah pulang dengan perkembangan baik. Sementara, dari Januari ada 14 pasien yang sudah dirawat, sehingga total semua ada 21 pasien. Setelah mengunjungi pasien, rombongan melakukan diskusi dengan Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Yusirwan, Sp.B., Sp.BA (K), MARS. Pada saat diskusi tersebut, Dirut menyampaikan bahwa pasien suspect dyphteri ini telah diberikan tindakan yang terbaik dari rumah sakit. Kemudian, Dirut menyampaikan bahwa terdapat juga permasalahan-permasalahan yang dihadapi saat ini, yakni anti difteri serum yang masih sulit didapat, diagnostik difteri yang lama, pembiayaan kehidupan keluarga pasien, dan vaksinasi untuk petugas kesehatan.

      “Untuk masalah pembiayaan kehidupan keluarga pasien, nanti rumah sakit bisa berkoordinasi dengan badan-badan bantuan sosial dan lainnya. Namun, vaksinasi untuk petugas kesehatan ini, memang wajib dilakukan. Tidak mungkin yang memberi bantuan jadi ikutan terjangkit virus ini. Yang menolong juga harus ditolong,” ungkap Dede Yusuf. Kemudian, Dede Yusuf menghimbau kepada pihak rumah sakit untuk selalu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI terkait ADS yang masih sulit didapat tersebut. Setelah pertemuan, rombongan meninggalkan M. Djamil dan kembali ke Jakarta.(Humas)

Admin
Admin
EDITOR

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>