728 x 90

HARI HEMOFILIA SEDUNIA DI RSUP Dr. M. DJAMIL PADANG: Dukungan Keluarga Penting

HARI HEMOFILIA SEDUNIA DI RSUP Dr. M. DJAMIL PADANG: Dukungan Keluarga Penting
HARI HEMOFILIA SEDUNIA DI RSUP Dr. M. DJAMIL PADANG: Dukungan Keluarga Penting

      Padang, Rs.Djamil - Hari Hemofilia Sedunia diperingati setiap tanggal 17 April dan digagas oleh The World Federation of Hemophilia (WFH), badan dunia yang telah berdiri sejak 1963 dan telah diakui secara resmi oleh WHO (Badan Kesehatan PBB). Tepat pada tanggal 17 April pula, RSUP Dr. M. Djamil mengadakan sebuah kegiatan yang mengedukasi pasien mengenai penyakit hemofilia tersebut. Tujuan peringatan Hari Hemofilia Sedunia ini adalah agar juga dapat menciptakan kesadaran tentang penyakit hemofilia kepada pasien. Kegiatan ini diadakan di Poliklinik Khusus, Instalasi Rawat Jalan (17/04). Menurut Dr. dr. Irza Wahid, Sp.PD-KHOM, FINASIM., hemofilia merupakan kelainan darah dominan yang terjadi pada laki laki (99% kejadian). Penyakit ini merupakan penyakit turunan akibat berkurangnya komponen faktor VIII pada darah, ditandai adanya perdarahan yang tidak normal. “Trauma sedikit saja terjadi perdarahan yang banyak, baik aktual maupun samar di bawah kulit atau dalam jaringan,” kata dokter subspesialis Hematologi dan Onkologi Medik RSUP Dr. M. Djamil ini.

      Hemofilia adalah suatu  penyakit yang menyebabkan gangguan perdarahan karena kekurangan faktor pembekuan darah. Akibatnya, perdarahan berlangsung lebih lama saat tubuh mengalami luka. Dalam keadaan normal, protein yang menjadi faktor pembeku darah membentuk jaring penahan di sekitar platelet (sel darah), sehingga dapat membekukan darah dan pada akhirnya menghentikan perdarahan. Pada penderita hemofilia, kekurangan protein yang menjadi faktor pembeku darah tersebut mengakibatkan perdarahan terjadi secara berkepanjangan. Terdapat banyak jenis hemofilia. Namun, jenis yang paling banyak terjadi adalah hemofilia A dan B. Tingkat keparahan yang dialami penderita hemofilia tergantung dari jumlah faktor pembekuan dalam darah. Semakin sedikit jumlah faktor pembekuan darah, semakin parah hemofilia yang diderita. Mengenai tanda-tanda dan gejala hemofilia, setiap penderita mempunyai tanda dan gejala yang berbeda, tergantung pada tingkat penggumpalan darahnya. Tanda-tanda dan gejala perdarahan spontan, yaitu perdarahan yang tidak bisa dijelaskan dan berlebihan dari luka atau cedera, atau setelah operasi atau perawatan gigi, banyak memar besar atau dalam, perdarahan yang tidak biasa setelah vaksinasi, nyeri, bengkak, atau memar di sendi, serta darah di urin atau feses.

       Pengobatan dan perawatan pada penyandang hemofilia membutuhkan biaya yang tinggi dan bergantung pada kondisi perdarahannya. Dengan alasan ini, sangatlah penting pengetahuan, kesadaran, dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga medis, keluarga, pemerintah, dan masyarakat dalam penanganan hemofilia. Dukungan dari keluarga penting agar penderita memiliki kepercayaan diri serta memiliki semangat untuk tetap sehat. “Jika menemukan kondisi hemofilia di rumah atau di masyarakat, usahakan keluarga tetap tenang, tutup, dan tekan lokasi perdarahan. Kapan perlu, beri es batu dan segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” jelas dr. Irza. (Humas)

 

Admin
Admin
EDITOR

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>