728 x 90

BIJAK GUNAKAN ANTIBIOTIK: KONSULTASIKAN DENGAN DOKTER DAN APOTEKER

BIJAK GUNAKAN ANTIBIOTIK: KONSULTASIKAN DENGAN DOKTER  DAN APOTEKER
BIJAK GUNAKAN ANTIBIOTIK: KONSULTASIKAN DENGAN DOKTER DAN APOTEKER

     Padang, Rs.Djamil - ‘‘Bijak gunakan Antibiotik’’ sebagai tema yang diangkat dalam peringatan Hari Antibiotik Sedunia RSUP Dr. M. Djamil Padang, Selasa (13/11) , di Lantai 1 Gedung Administrasi dan Rawat Jalan. Kegiatan ini diikuti oleh karyawan RSUP Djamil, pasien & keluarga, serta masyarakat yang berkunjung ke RSUP Djamil. Dibuka oleh Direktur Medik dan Keperawatan, dr. ROSE Dinda Martini, Sp.PD., K-GER., FINASIM.yang dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Antibiotik oleh dr. Ermawati, SpOG (K). Dalam sambutannya, Dirmedkep mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberi pengetahuan bagaimana menggunakan obat-obatan, salah satunya penggunaan antibiotik secara betul. Jadi tidak sembarangan membeli obat di warung atau apotek. Selama sepekan, kampanye kesadaran dan kepedulian antibiotik ini diadakan. ‘‘Silahkan bawa keluarga ke sini untuk bertanya mengenai bagaimana menggunakan antibiotik secara bijak. Mudah-mudahan, acara sederhana ini diridhoi Allah. Tentu, supaya kesehatan semakin meingkat dan bisa hidup mandiri tanpa sakit. Kalaupun kita sakit, berobatlah di tempat yang tepat dan penggunaan obat yang sesuai,’’ tambahnya.‘‘Banyak sekali ilmu yang didapat pada materi yang disampaikan oleh dokter pemateri tersebut,’’ ungkap salah seorang keluarga pasien. Materi yang disampaikan, seperti penjelasan mengenai antibiotik, resistensi, bahaya resistensi, langkah bijak gunakan antibiotik, fungsi antibiotik, dan materi lainnya disampaikan oleh dr. Ermawati di depan pengunjung yang hadir.

     Ia menjelaskan bahwa antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang memiliki efek menekan atau menghentikan proses terjadinya infeksi oleh bakteri, sedangkan kondisi ketika suatu strain bakteri dalam tubuh manusia menjadi resisten (kebal) terhadap antibiotik itulah yang disebut dengan resistensi. Resistensi ini berkembang secara alami melalui mutasi evolusi acak dan juga bisa direkayasa oleh pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat. ‘‘Penyakit sulit sembuh, kekebalan tubuh menurun, penularan bakteri lebih cepat, meningkatkan kekebalan bakteri, komplikasi penyakit, merupakan bahaya yang muncul akibat resistensi antibiotik tersebut,’’ jelas dr. Ermawati.

     Ia pun menegaskan bahwa masyarakat perlu mengetahui tentang resistensi bakteri terhadap antibiotik, yakni resistensi antibiotik muncul ketika bakteri berubah untuk melindungi dirinya dari suatu antibiotik. Resistensi semakin meningkat dan jumlah antibiotik yang masih efektif semakin menurun. Kemudian,  bakteri menjadi lebih kuat dan tidak mempan terhadap antibiotik. Selain itu, infeksi oleh bakteri yang resisten perlu antibiotik yang lebih kuat dan lebih mahal.  Bakteri yang resisten cepat menyebar ke anggota keluarga, teman sekolah, rekan kerja, dan mengancam masyarakat.

    Oleh sebab itu, dr. Ermawati mengarahkan agar gunakan antibiotik sesuai dengan resep dan jangka waktu yang ditentukan oleh dokter. Tembuslah antibiotik di apotek, sehingga kualitas atau mutunya lebih terjamin. Tanyakan kepada dokter jenis obat yang mengandung antibiotik. Bila sudah diberi tahu, biasanya ada keterangan ‘‘Habiskan’’ di bungkus obatnya dan harus dihabiskan. Penggunaan obat yang salah dapat menyebabkan antibiotik tidak efektif lagi, sehingga tidak dapat membunuh kuman (resistensi). Pilek, batuk, dan diare umumnya tidak membutuhkan antibiotik.  Perbanyak minum dan istirahat. Terakhir, jika demam lebih dari tiga hari, segera periksa ke dokter,’’ pungkasnya. (Humas)

Admin
Admin
EDITOR

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>